SIRKUMSISI

Sunat atau khitan atau sirkumsisi (Inggris: circumcision) adalah tindakan memotong atau menghilangkan sebagian atau seluruh kulit penutup depan penis atau preputium. Sirkumsisi bertujuan untuk membersihkan dari berbagai kotoran penyebab penyakit yang mungkin melekat pada ujung penis yang masih ada preputiumnya.

Sirkumsisi atau sunat sudah dilakukan sejak jaman pra sejarah (Journal of Men’s Studies, Amerika Serikat). Sirkumsisi juga diharuskan dalam agama, misalnya Islam dan Yahudi. Bahkan pada awalnya para pendeta Kristenpun diharuskan sunat.

Secara medis dikatakan bahwa sunat sangat menguntungkan bagi kesehatan. Banyak penelitian kemudian membuktikan (evidence based medicine) bahwa sunat dapat mengurangi risiko kanker penis, infeksi saluran kemih, dan mencegah penularan berbagai penyakit menular seksual, termasuk HIV/AIDS dan juga mencegah penularan human papilloma virus. Selain itu sirkumsisi juga dapat mencegah penyakit seperti phimosis, paraphimosis, candidiasis, tumor ganas dan praganas pada daerah kelamin pria. Phimosis adalah gangguan atau kelainan pada kulup, sehingga tidak dapat ditarik ke arah belakang untuk mengeluarkan batang penis. Kemudian candidiasis merupakan sejenis penyakit infeksi pada kulit yang disebabkan oleh jamur jenis Candida. Pria yang di sunat lebih higienis, pada masa tua lebih mudah merawat bagian tersebut dan secara seksualitas lebih menguntungkan (lebih bersih, tidak mudah lecet/ iritasi, terhindar dari ejakulasi dini)

Sirkumsisi dapat dilakukan dengan cara tradisional dan medis. Menurut dr Partini P. Trihono, Sp.AK, Divisi Nefrologi, Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI/RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta, di dalam dunia kedokteran, ada beberapa langkah yang dilakukan ketika melakukan sunat:

Pertama-tama mengiris kulit di bagian punggung penis (dorsumsisi). Ini dilakukan untuk mengeluarkan ujung bagian dalam penis. Kedua, mengiris kulit kulup yang mengelilingi penis (sirkumsisi). Dengan begitu, penis jadi terbuka. Setelah itu baru dokter akan menjahit luka irisan tersebut agar penyembuhannya berlangsung cepat dan tidak timbul komplikasi.

Selain cara klasik di atas, masih ada banyak cara untuk menyunat. Di antaranya adalah, pertama, cara kuno dengan menggunakan sebilah bambu tajam. Para bong supit alias mantri sunat langsung memotong kulup dengan bambu tajam tersebut. Namun cara ini mengandung risiko terjadinya perdarahan dan infeksi, bila tidak dilakukan dengan steril.

Kedua, metode cincin yang dicetuskan oleh oleh dr. Sofin, lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, dan sudah dipatenkan sejak tahun 2001.

Pada metode ini, ujung kulup dilebarkan, lalu ditahan agar tetap meregang dengan cara memasang semacam cincin dari karet. Biasanya, ujung kulup akan menghitam dan terlepas dengan sendirinya. Prosesnya cukup singkat sekitar 3-5 menit.

Ketiga, metode mangkuk. Metode ini lebih cocok dilakukan untuk balita atau anak yang memiliki pembuluh darah pada kulup lebih kecil dari ukuran normal.

Keempat, metode lonceng. Di sini, tidak dilakukan pemotongan kulup. Ujung penis hanya diikat erat sehingga bentuknya mirip lonceng. Setelah itu, jaringan akan mati dan terlepas dengan sendirinya dari jaringan sehat. Hanya saja metode ini waktu yang cukup lama, sekitar dua minggu. Alatnya diproduksi di beberapa negara Eropa, Amerika, dan Asia dengan nama Circumcision Cord Device.

Kelima, Dengan laser CO2. Ini merupakan metode sunat paling canggih yang berhasil dikembangkan hingga saat ini.

Fasilitas Laser CO2 sudah tersedia di Indonesia. Salah satunya, di Jakarta. Laser yang digunakan adalah laser CO2 Suretouch dari Sharplan. Berikut tahapan sunat dengan laser tersebut:

 11.jpg

Setelah disuntik kebal (anaestesi lokal), preputium ditarik, dan dijepit dengan klem. Laser CO2 digunakan untuk memotong kulit yang berlebih.

2.jpg

Setelah klem dilepas,kulit telah terpotong dan tersambung dengan baik, tanpa setetes darahpun keluar. Walaupun demikian kulit harus tetap dijahit supaya penyembuhan sempurna

3.jpg

Dalam 10-15 menit, sunat selesai, perhatikan potongan kulit yang dibuang. Cara sirkumsisi seperti ini cocok untuk anak pra-pubertal. Untuk sunat dewasa caranya akan sedikit berbeda.

Beberapa hal yang diperhatikan paska sirkumsisi:

  • Perdarahan seharusnya segera berhenti. Bila perdarahan masih terus berlangsung, pastikan bahwa hanya proses alamiah dari pembekuan (pembentukan trombin-net) darah. Kadang keluar cairan tapi relatif bening, bukan lagi merah.
  • Bila terjadi pembengkakan berlebihan. Kadang terbentuk cairan jaringan di bekas luka, namun secara alamiah ini akan diserap tubuh.
  • Bila anak mengeluh nyeri sangat yang tidak bisa diatasi dengan pemberian analgetik, konsultasikan ke dokter. Mungkin masih ada pembuluh darah yang belum terligasi dengan sempurna, sehingga terjadi perdarahan di dalam dan menimbulkan nyeri

9 Tanggapan

  1. kalau menstruasi sering terlambat apakah akan mengganggu kesuburan reproduksi? dan apakah wajar kalau sering terlambat menstruasi? bagaimana cara mengatasinya?

  2. Terimakasih atas percayaan Saudari Ocha pada kami.
    Pertanyaan Sdri Ocha alangkah baiknya kalo ditambah dengan menyebutkan data diri yang lebih lengkap, misalnya, umurnya berapa, sudah menikah atau belum. Tetapi kami akan berusaha menjawab sesuai pengetahuan kami.
    Mestruasi atau haid merupakan peristiwa meluruhnya lapisan endometrium yang banyak mengandung pembuluh darah. Menstruasi berlangsung setiap bulan selama 3-7 hari. Pada sebagian perempuan siklus menstruasi tidak sama. Pada umumnya siklus itu berlangsung kurang lebih 28 hari (20-35 hari). Pada masa remaja biasanya memang memiliki siklus yang belum teratur, bisa maju atau mundur beberapa hari. Hal ini di pengaruhi oleh kondisi fisik dan psikis. Apalagi pada masa remaja hormon-hormon seksualnya belum stabil. Semakin dewasa siklus menstruasi akan lebih teratur meski tetap saja bisa maju atau mundur beberapa hari karena faktor stress atau kelelahan.

  3. Dimana sy bs beli laser co2 hargny brapa? Terima kash

  4. Saya pria berusia 40 tahun. Akhir-akhir ini sesudah melakukan hubungan intim, pada kulit kulup dan frenulum sering terjadi iritasi (kadang juga dengan gejala kulit pecah, sehinga perih sekali). Saya sedang mempertimbangkan untuk melakukan sirkumsisi.

    Pertanyaan saya adalah: (1) Metode sirkumsisi apa yang dianjurkan untuk pria dewasa. (2) apakah dianjurkan untuk menghilangkan frenulum juga, dan jika iya apa efek sampingnya?

    Terima kasih.

  5. Banyak alat khitan listrik beredar di Indonesia, banyak pula yang telah mencoba mempergunakannya. Namun tidak banyak yang menyadari betapa besar bahaya yang dapat mengancam keselamatannya. Luka bakar dan bahaya sengatan listrik jika terjadi kebocoran alat.
    Namun anda jangan risau, karena kini telah diperkenalkan alat baru bernama FLASHCUTTER Easy Release DC107 dari Uniceff Corporation. Mata pisaunya yang halus dan tajam dapat mempercepat proses dan menghidari terjadinya luka bakar, tanpa pendarahan. Hebatnya lagi alat ini bertenaga baterai, sehingga terbebas dari bahaya listrik dan alat sangat mudah dipakai serta dapat dibawa kemana saja dan kapan saja.
    Baterai Flashcutter dapat di cass (charging), dan langsung dapat digunakan sampai 100X sekali charging. Begitu seterusnya sampai bertahun-tahun, menghitan ratusan orang tanpa harus ganti baterai.
    Jika dibandingkan dengan kelebihannya, harga FLASHCUTTER tergolong sangat murah dan terjangkau, sekitar 1,5 jutaan untuk yang type standard. 2,5 jutaan untuk type turbo yang dilengkapi alat bantu diagnosa (stethoscope elektronik dll). Jika rusak ada garansinya 1 tahun. Sparepart tersedia di tiap agen di kota anda atau dapat dipesan disini, atau call 081234517068. Phone/fax Uniceff Corp.0331335278
    INFORASI SELENGKAPNYA tentang Flashcutter.
    http://uniceffcorporation.com

  6. knp sie kalo sirkumsisi kebanyakan ditolong oleh mantri (perawat) bukan dokter??
    thx

    • Terima kasih atas kepercayaan Saudara Fajar kepada kami. Sirkumsisi ditolong oleh perawat atau dokter itu pada dasarnya sama. Yang penting pada proses sirkumsisi adalah sterilisasi alat yang dipakai. Perawat yang mempunyai ijin praktik juga diperbolehkan untuk melakukan sirkumsisi.

  7. anak saya usia 5 tahun disunat dengan menggunakan lasser, sudah hampir dua minggu, di ujung penisnya ada lapisan seperti kulit yang menutup tidak mau kering. padahal jahitan potongan kulit sudah mengering. apakah prores sirkumsisi hanya memotong kulit preputiumnya saja, apakah lapisan seperti kulit yang menutup ujung penisnya (glans penis) dapat hilang. jika tidak, apakah ada efek sampingnya jika tidak dibuang. terima kasih.

    • Terimakasih atas kepercayaan bapak kepada kami. Penis yang sudah disunat atau disirkumsisi seharusnya pada ujungnya bersih. Glan penis atau ujung penis akan tampak bersih dan jelas. Untuk mengantisipasi sebaiknya dikontrolkan lagi supaya bisa diketahui lapisan yang menutupi itu apa.

Tinggalkan Balasan